Pelatihan Keterampilan Pembuatan Gantungan Kunci Resin dengan Hiasan Bunga Kering Bernilai Ekonomis
Jum’at, 11 September 2026 telah dilaksanakan kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan gantungan kunci dari resin dan bunga kering yang bernilai ekonomis bagi seluruh warga belajar Paket A, B, dan C di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Klaten. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 dari Program Studi Pendidikan Nonformal. Anggara Ricky Mahendra sebagai penanggung jawab dan salah satu pelaksana program, menyatakan kegiatan ini di selenggarakan sebagai bentuk Implentasi Program Pengembangan Keterampilan dan Kecakapan Hidup (Life Skill) serta wujud nyata Sustainable Development Goals (SDGs) 8 Decent Work and Econimoc Growth dan Quality Education.
Kegiatan diawali dengan pembukaan langsung oleh Plt Kepala SKB Klaten, Bapak Edhi Pramono, S.Pd.. Dilanjutkan dengan penyampaian tujuan kegiatan, penyampaian materi keselamatan kerja, memperkenalkan alat dan bahan dan langkah-langkah pembuatan, serta analisis harga pokok penjualan (HPP) oleh Mahasisiwa PK UNY. Setelah penyampaian materi, peserta dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok diberikan demonstrasi teknik mencampurkan resin, cara menuangkan campuran resin ke dalam cetakan, menata bunga kering sebagai hiasan, serta proses pengeringan hingga produk siap digunakan.
Seluruh warga belajar kemudian melakukan praktik secara mandiri dengan pendampingan dari Mahasiswa PK UNY. Warga belajar menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka mampu menuangkan kreativitas melalui komposisi bunga dan bentuk gantungan kunci yang dihasilkan. Setelah proses pengerasan selesai, hasil karya dievaluasi bersama dengan memberikan masukan mengenai kerapian, komposisi, dan kualitas produk.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar berbasis keterampilan (life skills) memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Keterampilan membuat gantungan kunci dari resin dapat menjadi peluang usaha kreatif bagi warga belajar dan berpotensi meningkatkan pendapatan dan mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan.






