Pembelajaran Kreatif sebagai Upaya Implementasi SDGs 4 dan SDGs 16 dalam Penguatan Nasionalisme di SKB Klaten
Kegiatan pembelajaran sekaligus pembuatan media edukasi (mading infografis) dilaksanakan pada hari Selasa (1/9/2026) di Ruang Kelas 11 SPNF SKB Klaten. Kegiatan ini diikuti oleh warga belajar Kelas 11 paket C, dengan Aliya Nurpalah, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari Program Studi Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Yogyakarta, bertindak sebagai pengajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sekaligus pendamping dalam pembuatan mading infografis. Tema yang diangkat adalah implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pembuatan media edukasi ini digagas sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sejalan dengan SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas, karena materi Pendidikan Pancasila disampaikan dengan metode yang interaktif, bukan sekadar ceramah satu arah. Sementara itu, muatan materi tentang keadilan, perdamaian, dan pemahaman hukum yang terkandung dalam kelima sila Pancasila menjadikan kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs 16.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan dan menguatkan rasa nasionalisme serta cinta tanah air pada diri warga belajar, dengan mengajak mereka mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai lingkungan kehidupan, baik di lingkungan keluarga, sosial, masyarakat, maupun sekolah.
Diawali pembelajaran PPKn yang disampaikan secara interaktif oleh Aliya Nurpalah, dengan penekanan pada bagaimana nilai-nilai kelima sila Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi pembelajaran selesai, warga belajar diajak membuat mading infografis secara berkelompok menggunakan styrofoam, karton, serta kertas bergambar hasil cetak yang ditempelkan bersama stiker-stiker bertema Pancasila. Untuk menambah nilai estetika, warga belajar juga menambahkan gambar hias yang dibuat secara manual dengan tulisan tangan.
Setelah selesai dikerjakan, mading tersebut ditempelkan di dinding Kelas 11 sehingga berfungsi ganda: sebagai hiasan kelas sekaligus pengingat visual bagi warga belajar. Proses pembuatannya dilakukan secara berkelompok sehingga turut melatih kerja sama antarwarga belajar.
Mading yang dihasilkan berisi informasi mengenai penerapan nilai-nilai kelima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena dipajang secara permanen di dalam kelas, mading ini diharapkan bisa terus mengingatkan warga belajar setiap kali memasuki ruangan tersebut. Warga belajar sendiri terlihat antusias karena hasil karyanya dipajang dan dapat dilihat oleh siapa pun yang berkunjung ke kelas, sehingga selain berfungsi sebagai pengingat, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga atas karya yang telah mereka buat.





