Belajar dari Lingkungan, Pembelajaran Kontekstual melalui Observasi Tumbuhan di SKB Klaten
Klaten, 9 September 2025 – Pembelajaran Bahasa Indonesia di SKB Klaten dilakukan dengan cara yang kontekstual melalui kegiatan observasi tumbuhan di lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Zahra Aulia Moehan selaku mahasiswa Prodi Pendidikan Nonformal, Fakultas Ilmu Pendidikan. Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) bersama warga belajar Paket C kelas X sebagai bagian dari pembelajaran materi Teks Laporan Hasil Observasi. Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai observasi, warga belajar dikenalkan dengan beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti menemukan fakta, menyusun pernyataan umum, mengenali ciri-ciri, serta menjelaskan manfaat dari objek yang diamati. Untuk membantu warga belajar memahami materi, diberikan contoh menggunakan tanaman replika yang tersedia di dalam kelas. Melalui contoh tersebut, warga belajar diajak untuk memahami bagaimana suatu objek diamati dan dijelaskan berdasarkan informasi yang ditemukan. Setelah memahami materi, warga belajar menerima LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang menjadi panduan selama kegiatan. Mereka kemudian diarahkan untuk keluar kelas dan melakukan pengamatan secara langsung terhadap tumbuhan yang terdapat di halaman dan lingkungan sekitar SKB Klaten.
Kegiatan observasi dilakukan dengan mengamati tumbuhan yang ditemukan di sekitar lingkungan SKB. Hasil pengamatan kemudian dicatat pada LKPD, termasuk informasi mengenai fakta, ciri-ciri, manfaat, serta pernyataan umum dari tumbuhan yang diamati. Setelah selesai melakukan pengamatan, warga belajar kembali berdiskusi bersama kelompok untuk mengolah hasil temuan mereka. Dari hasil pengamatan tersebut, setiap kelompok kemudian menyusun laporan sederhana berdasarkan informasi yang telah mereka peroleh. Tahap ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena warga belajar tidak hanya mempelajari materi secara teori, tetapi juga mencoba menerapkannya secara langsung melalui objek yang ada di lingkungan mereka sendiri. Setelah laporan selesai disusun, perwakilan dari setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil pengamatannya di depan kelas. Kegiatan presentasi menjadi ruang bagi warga belajar untuk menyampaikan informasi yang telah mereka temukan sekaligus melatih keberanian dalam mengomunikasikan hasil pekerjaan mereka.
Penggunaan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar membuat materi observasi lebih mudah dipahami karena warga belajar dapat melihat dan mengamati objek secara langsung. Pembelajaran juga tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi memberikan kesempatan kepada warga belajar untuk mencari informasi, berdiskusi, menulis, dan menyampaikan hasilnya.
Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam upaya menciptakan proses pembelajaran yang inklusif, bermakna, dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Melalui kegiatan observasi, warga belajar dilatih untuk mengembangkan kemampuan memahami informasi, mencatat fakta, menyusun tulisan, serta mengomunikasikan hasil pengamatan. Selain itu, pemanfaatan tumbuhan dan lingkungan SKB sebagai sumber belajar juga memiliki keterkaitan dengan SDG 15: Ekosistem Daratan. Meskipun kegiatan ini tidak secara langsung berupa program pelestarian lingkungan, pembelajaran melalui pengamatan tumbuhan dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan warga belajar pada lingkungan yang ada di sekitar mereka.
Melalui kegiatan sederhana tersebut, pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai materi observasi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekitar SKB pun dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang membantu warga belajar menghubungkan materi dengan kondisi nyata di sekitarnya.






