Penguatan Literasi Digital dan Inklusi Pendidikan melalui Pengenalan Perangkat Keras Komputer bagi Warga Belajar SKB Klaten
Kamis, 3 September 2026 terlaksana kegiatan pengenalan perangkat keras komputer (hardware) bagi warga belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Klaten. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Anjani Rahmadini selaku mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 dari Program Studi Pendidikan Nonformal. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi pembelajaran interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) serta wujud nyata penyerapan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) di lingkungan pendidikan nonformal.
Selama pelaksanaan, proses pembelajaran disesuaikan dengan latar belakang dan kesiapan awal warga belajar yang beragam. Pembelajaran tidak diawali dengan asumsi bahwa seluruh peserta telah memahami istilah-istilah teknis, melainkan berangkat dari pengalaman nyata dan benda yang sering ditemui peserta sehari-hari. Kegiatan dilakukan secara inklusif dengan pendekatan deep learning yang mengedepankan prinsip berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Warga belajar diberikan kesempatan untuk mengamati, menyentuh, mencoba, mengelompokkan, dan menjelaskan fungsi masing-masing perangkat fisik komputer.
Dalam prosesnya, warga belajar diajak untuk memahami hubungan fungsi antarkomponen komputer seperti keyboard, mouse, monitor, CPU, media penyimpanan (storage), hingga printer. Pendampingan khusus diberikan bagi peserta yang masih mengalami kesulitan melalui penyediaan kartu visual serta mendorong pembelajaran sejawat (peer learning). Selain penguasaan teknis, kegiatan ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai pentingnya etika, kehati-hatian, dan rasa tanggung jawab dalam menggunakan perangkat teknologi secara aman. Sebagai bagian dari evaluasi, warga belajar melakukan praktik pengelompokan perangkat (hardware dan software) serta mengisi lembar refleksi mandiri (exit ticket) untuk menyampaikan pemahaman baru yang mereka dapatkan. Secara keseluruhan, kegiatan pembelajaran ini berjalan dengan lancar dan interaktif. Keberhasilan program ini diwujudkan dalam bentuk warga belajar dengan penuh rasa percaya diri mengoperasikan komputer. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat untuk mengurangi kesenjangan digital di jalur pendidikan kesetaraan.






